Saya ingin membagikan pengalaman saya mengurus Visa Schengen melalui Kedutaan Jerman di Jakarta.

Pada prinsipnya, mengurus Visa Schengen itu tidaklah sulit. Selama dokumen dan persyaratan yang diperlukan dapat dilengkapi, dan tentu saja nama anda tidak tersandung dengan nama teroris atau buronan internasional, biasanya aplikasi Visa Schengen anda akan disetujui.

Orang bilang mengurus Visa Schengen melalui Kedutaan Jerman adalah yang paling sulit. Tadinya saya berpikir seperti itu, tapi sepertinya tidak sepenuhnya benar. Kedutaan Jerman itu sangat ketat untuk urusan kelengkapan dokumen dan persyaratan dibandingkan kedutaan lain, sehingga sepertinya lebih menyulitkan, padahal sih sama saja ya prosesnya. Saya mengurus Visa Schengen melalui Kedutaan Jerman karena saya akan lebih banyak berada di Jerman pada saat kunjungan saya nanti.

Aplikasi Visa Schengen dapat didownload disini.

Untuk aplikasi Visa Schengen, berikut tips yang dapat saya bagikan:

  • Belilah tiket pesawat pulang pergi terlebih dahulu. Tiket pesawat saya beli terlebih dahulu, toh nanti masih bisa dibatalkan jika dibeli jauh-jauh hari sebelumnya. Apalagi jika dibeli jauh-jauh hari dapat potongan harga yang lumayan. Kata orang sih bisa dengan booking pesawat saja, tapi didalam formulir aplikasi visa ada bagian yang menanyakan apakah sudah ada tiket pesawat PP yang sudah dibeli dan setelah diskusi saya dengan beberapa pelamar Visa yang saya temui, jika sudah ada tiket pesawat PP yang sudah dibeli, maka peluang aplikasi Visa Schengen akan lebih besar untuk disetujui.
  • Isilah formulir aplikasi Visa selengkap-lengkapnya. Jika ada pertanyaan yang tidak relevan, dicoret saja atau diisi N/A. Jangan  ada bagian yang dikosongkan atau menampilkan lampiran terpisah karena nanti akan dikomentari oleh petugas checker di Kedutaan dan disarankan untuk kembali lagi. Ini terjadi pada saya. Dalam formulir Visa, ada bagian alamat sewaktu di Jerman. Karena saya akan menginap di beberapa kota di Jerman, saya membuat lampiran tersendiri dan me-refer ke lampiran tersebut karena banyak dan males nulis kecil-kecil di formulir aplikasi. Hasilnya lamaran saya dicoret dan disuruh kembali lagi. Karena saya melamar Visa melalui Kedutaan Jerman, alamat yang harus dituliskan adalah alamat di Jerman saja.
  • Fotokopi rekening giro/tabungan. Seingat saya ada hitung-hitungan minimalnya..tapi dah agak lupa. Kalo saya tidak salah, di rekening anda harus ada minimal EUR 75 X masa tinggal anda di negara Schengen (coba cek lagi deh). Jika sebelumnya saldo anda biasanya cukup kecil, jangan mendadak mentransfer uang masuk untuk kepentingan aplikasi Visa karena mereka akan menyadarinya. Karena itu, rencanakanlah perjalanan anda jauh hari sebelumnya.
  • Surat keterangan pekerjaan. Ini penting sekali. Jangan dianggap remeh. Surat tersebut pada intinya harus mengkonfirmasi status anda sebagai karyawan, masa cuti anda, dan menyatakan bahwa anda akan kembali lagi bekerja di tempat kerja anda sekarang setelah masa kunjungan anda berakhir.
  • Bukti reservasi hotel. Ini juga jadi salah satu alasan kenapa saya harus kembali lagi memperbaiki lamaran Visa saya. Saya mereservasi hotel melalui Booking.com dan pihak Kedutaan Jerman tidak menerimanya. Jadi setelah saya melakukan reservasi melalui Booking.com, saya mengontak langsung hotel di Jerman untuk memberikan surat konfirmasi reservasi dan akhirnya beres juga. Satu hal lagi, saya suka mendengar bahwa banyak orang yang memanfaatkan online booking hanya sekadar mendapatkan bukti booking dan kemudian setelah mendapatkan visa, malah di cancel. Saya menganggap ini adalah praktek yang kurang baik karena bisa jadi preseden buruk bagi warga Indonesia yang berniat melamar visa Schengen seterusnya dan mungkin akhirnya jadi seperti Kedutaan Jerman yang tidak menerima bukti booking online. Saran saya, sebaiknya rencanakan perjalanan dengan sebaik-baiknya terlebih dahulu.
  • Asuransi perjalanan dengan minimal pertanggungan EUR 30k dan sebaiknya pilih asuransi asing. Saya sendiri memilih Chartis Insurance. Zurich Insurance juga punya paket yang menarik. Kalo Allianz, menurut saya kelewat mahal.
  • Pas foto harus bener ukurannya dan berlatar belakang putih.
  • Pelamar Visa Schengen harus datang sendiri, tidak dapat diwakilkan.

Antrian untuk aplikasi Visa sangatlah panjang. Bagian Visa Kedutaan Jerman sendiri buka pukul 7.30. Ketika saya datang sekitar jam 6.30, saya dapat antrian nomor 18, jadi kebayang kan seperti gimana. Pintu antriannya adalah yang menghadap ke Grand Indonesia dan tidak ada tempat berteduh, jadi kalo lagi panas atau hujan, bener-bener menderita deh. Tempat menunggu/pengecekan aplikasi juga seadanya, hanya berupa bedeng pake kipas angin, bangku kecil, dan aqua galon. Oia, HP dan peralatan elektronik harus disimpan oleh petugas satpam, jadi pastikan anda membawa bahan bacaan karena proses pengecekan aplikasi itu lamaa sekali…gak mungkin diisi dengan maen facebook atau bbm atau yang lainnya.

Setelah aplikasi anda diperiksa dan sudah lengkap, checker akan menyarankan untuk ke lantai atas dan memasukkan aplikasi anda. Di lantai atas ini anda juga harus menunggu cukup lama, karena petugas sedikit mewancarai pelamar dan sedikit mengecek lamaran. Pertanyaannya gak sulit, seperti mau ngapain di Jerman, apa ada sodara atau tidak, ke kota mana aja, etc. Setelah wawancara, anda harus membayar biaya aplikasi sebesar EUR 60 (dibayarkan dalam Rupiah, sebesar IDR 690k) dan mendapatkan nomor bukti untuk pengambilan paspor/visa. Total waktu? Hm..saya sampai disana pukul 6.30 dan keluar sekitar pukul 8.45…lama banget kan.

Paspor/Visa dapat diambil tepat dalam 10 hari kerja. Katanya sih, Kedutaan Jerman itu yang paling disiplin soal ketepatan waktu pemrosesan. Jam buka loket pengambilan adalah jam 1, dan tempatnya sama dengan tempat lamaran. Jadi karena tempatnya tidak ada tempat berteduh dan waktunya siang bolong juga, jadi persiapkanlah diri dengan topi/payung atau mungkin kaca mata hitam & sunblock :)

Pengambilan Visa dapat diwakilkan dan prosesnya juga cepat sehingga antriannya jadi cepat. Saya datang sekitar pukul 12.30 dan masih dapat antrian nomor 15.  Sekitar jam 1 lewat saya sudah mengantongi Visa saya. Bagi yang Visanya ditolak akan diberikan surat keterangan mengapa Visa-nya ditolak.

Mudah-mudahan pengalaman saya cukup berguna.

[UPDATE SEPTEMBER 2013: BAGIAN KOMENTAR SUDAH SAYA TUTUP. MOHON DIINGAT BAHWA INI MERUPAKAN SHARING PENGALAMAN SAYA, BUKAN JASA KONSULTASI, JADI SAYA TIDAK BISA MEMBANTU JIKA ADA PERTANYAAN. SEPERTINYA BEBERAPA USER DISINI SUDAH MEMBAGI PENGALAMAN MEREKA DI TULISAN INI DAN BISA DIBACA TERLEBIH DAHULU. SAYA TETAP MENYARANKAN UNTUK BERKONSULTASI ATAU MEMBACA PERATURAN APLIKASI VISA YANG SELALUI DIPERBAHARUI DI WEBSITE KEDUTAAN JERMAN DI INDONESIA]