[dropcap2]S[/dropcap2]elama perjalanan saya di Jerman dan Austria, saya paling terkesan dengan kota Hamburg; dengan orang-orangnya, udaranya, dan suasana kotanya.

Sebagai kota pelabuhan, hawa laut sangat terasa disini dan tentu saja pada malam hari akan menjadi sangat dingin. Saya tiba di kota Hamburg dengan menumpang kereta ICE dari Cologne dan sampai sekitar jam 8 malam. Stasiun kereta Hamburg sangat besar dan mudah untuk tersasar disini. Ketika saya sampai, saya langsung diajak makan Kebab yang katanya adalah yang terenak di Hamburg. Lokasinya di dekat kantor Polisi stasiun Hamburg. Berhubung saya sudah lapar, saya jadi tidak sempat mengambil fotonya :) tapi emang bener, Kebabnya luar biasa enak.

Malam itu saya diajak oleh teman saya ke daerah lokalisasi yang mungkin paling terkenal di Eropa (katanya melebihi Red Light di Amsterdam), yaitu Reeperbahn. Tentu saja bukan untuk jajan :). Meskipun ini daerah lokalisasi, tapi tampaknya juga menjadi daerah wisata. Malam itu saya melewati sekelompok turis yang berbahasa Belanda, dan pemandu mereka berkata (kalo saya gak salah menterjemahkan) dalam bahasa Belanda bahwa “Sebaiknya orang Belanda jangan ke daerah sini, cukup ke daerah Red Light District di Amsterdam saja”. Tampaknya industri prostitusi di Eropa utara saling bersaing juga :). Selain seks, yang menjadi daya tarik daerah sini adalah pub-pubnya. The Beatles sebelum terkenal, pernah manggung selama 5 tahun di salah satu klub malam di daerah sini dan mereka membuatkan semacam memorabilia untuk The Beatles. Omong-omong, saya disarankan oleh kenalan saya di Kereta bahwa kalo ke Reeperbahn sebaiknya jangan gampang keluarin kamera, jadi tidak banyak foto yang bisa saya ambil disini.

Jika berkunjung ke Hamburg, wajib hukumnya untuk menyambangi kantor dewan kota (Rathaus). Rathaus ini mempunyai arsitektur yang mengagumkan dan lokasinya merupakan tempat untuk melihat city scape dari Hamburg dan dekat dengan lokasi ikon Hamburg yang lainnya, yaitu Alster Swan.

Seperti umumnya kota besar di Eropa Barat, Hamburg adalah kota yang sangat tertata, rapi, dan bersih. Pejalan kaki sangat dimanjakan disini karena trotoarnya yang besar dan bersih, serta pengendara kendaraan bermotor yang sangat menghargai pejalan kaki. Berhubung saya datang ketika akan memasuki musim dingin, udara di Hamburg sangat sejuk jadi tidak cepat lelah ketika berjalan-jalan.

Teman saya menyarankan untuk makan siang di salah satu restauran hasil laut terkenal di Hamburg, yaitu Daniel Wischer. Di Jerman, biasanya orang yang makan ikan itu adalah orang kaya, karena ikan susah di dapat di pedalaman Jerman, apalagi yang namanya Bavaria. Tetapi karena Hamburg adalah kota pelabuhan, ikan menjadi makanan yang jamak disini. Restoran Daniel Wischer sudah ada sejak beberapa dekade yang lalu dan mereka mampu mempertahankan kualitas citra rasanya hingga sampai saat ini restoran tersebut masih tetap ramai. Karena lebih banyak didatangi oleh warga lokal, suasana dan keramaian di restoran ini sangat berbeda. Alamatnya di Spitalerstraße 12, Hamburg. Menu yang saya sarankan? Kombo 3 ikan!

Nah, setelah makan siang kan biasanya ngantuk. Jika ingin mengopi sehabis makan siang, bisa mencoba Balzac coffee di Altestor. Balzac lumayan terkenal di Jerman, ibaratnya Starbucks disana. Interior dan servicenya sepertinya tidak berbeda dengan Starbucks pada umumnya, tapi kopinya sepertinya berbeda. Menu kopi andalannya adalah Cinnamon Coffee yang rasanya….luar biasa unik! Kalo di Indonesia sepertinya Cinnamon Coffee tidak banyak yang jual. Yang saya coba waktu itu adalah Apple Cinnamon Coffee.

[dropcap2]J[/dropcap2]ika pergi ke Hamburg, tentu tidak boleh lupa untuk melihat daerah pergudangan (Warehouse District) dan pelabuhannya.  Hamburg merupakan kota perdagangan dan pelabuhan utama di Eropa sejak ratusan tahun lalu, jadi disini banyak berdiri perusahaan perdagangan (trading) dan pergudangan. Uniknya, rata-rata gedung bisnis menggunakan bata merah, jadi warna bata ini merupakan ciri khas Hamburg.

Pelabuhan Hamburg merupakan salah satu yang terbesar di dunia, karena Hamburg merupakan salah satu pintu ekonomi Eropa Utara. Berdasarkan pengamatan singkat saya, sepertinya pelabuhan Hamburg jauh lebih besar daripada pelabuhan Singapura, dan tentu saja jangan dibandingkan dengan pelabuhan Tanjung Priok :)

Pelabuhan Hamburg dapat dikitari dengan menggunakan Ferry yang berkeliling ke daerah-daerah sekitar Hamburg. Daerah-daerah tersebut ibaratnya kecamatan kecil yang mengelilingi Hamburg.  Dengan Ferry tersebut, kita bisa melihat mengelilingi pelabuhan bongkar muat barang dan melihat gedung-gedung yang ada disepanjang pesisir pelabuhan Hamburg. Selain itu, daerah sekitar Hamburg tersebut menawarkan suasana yang berbeda dengan kota Hamburg. Daerah tersebut cenderung lebih sepi dan lebih banyak dihuni oleh orang tua daripada orang muda (kelihatan banget lah). Mungkin untuk pensiunan atau untuk menyepi enak banget, tapi dinamikanya mungkin tidak sesuai dengan orang muda. Hal lain yang saya amati adalah mengenai taman. Tampaknya orang-orang di Bavaria umumnya mempunyai taman yang lebih cantik, namun di Hamburg sepertinya warganya tidak terlalu pusing dengan taman yang bagus. Jadi daerah pinggiran Hamburg, meskipun cukup tenang dan nyaman, tapi agak membosankan juga.

[info_box]Tips transportasi di Hamburg:

Tiket terusan dapat diperoleh di mesin penjual tiket otomatis di setiap stasiun kereta di Hamburg. Tiket terusan ini berlaku seharian, per orang sekitar EUR 9 dan dapat digunakan di kereta, bus, dan ferry di kota Hamburg. Tiket terusan merupakan cara yang murah untuk menjelajahi kota Hamburg[/info_box]

Nah, salah satu obyek wisata di Hamburg adalah Gereja St. Michangelis, yang merupakan gereja Lutheran dan dulunya merupakan basis gerakan Lutheran yang dimulai oleh Martin Luther. Gereja nya sendiri cukup megah, tapi menurut pendapat saya tetap tidak semegah katedral milik Gereja Katolik. Selain itu gereja ini secara terbuka mengharapkan donasi paling sedikit EUR 2 dari para pengunjung, jadi rasanya ke-khusyuk-an Gereja ini berkurang.

Secara umum, Hamburg adalah kota yang sangat menyenangkan. Harga makanan cukup reasonable, orang-orangnya ramah karena sangat terasa “international”, transportasi yang mudah dan nyaman (ukuran MRT di Hamburg lebih lapang daripada di kota lain), dan kota yang sangat bersih dan teratur. Hanya perlu diingat, bahwa sebagai kota pelabuhan di belahan utara Eropa, udaranya bisa sangat dingin pada waktu malam. Oleh karena itu, jangan lupa untuk membawa jaket yang hangat jika berkunjung ke Hamburg.

Untuk foto-foto Hamburg yang lain, bisa dilihat disini.